RekhaNurmalaZeni
1123070090
MKS/III/C
Pengertian Material Requirement
Planning
Perencanaan kebutuhan material (MRP)
dapat didefinisikan sebagai suatu teknik atau set prosedur yang sistematis untuk
penentuan kuantitas serta waktu dalam proses perencanaan dan pengendalian item
barang (komponen) yang tergantungpada item–item tingkat (level) yang
lebihtinggi (dependent demand). Ada 4 kemampuan yang menjadiciriutamadarisistem
MRP yaitu:
1.Mampumenentukankebutuhanpadasaat yang tepat.
2. Membentukkebutuhan minimal untuksetiap item.
3. Menentukanpelaksanaanrencanapemesanan.
4. Menentukanpenjadwalanulangataupembatalanatassuatujadwal yang sudahdirencanakan.
2. Membentukkebutuhan minimal untuksetiap item.
3. Menentukanpelaksanaanrencanapemesanan.
4. Menentukanpenjadwalanulangataupembatalanatassuatujadwal yang sudahdirencanakan.
Perencanaankebutuhan
material atauseringdikenaldenganMaterial Requirement Planning (MRP)
adalahsuatusisteminformasi yang terkomputerisasiuntukmengaturpersediaanpermintaan
yang dependent
danmengaturjadwalproduksi.Sisteminibertujuanuntukmengurangitingkatpersediaandanmeningkatkanproduktivitas.Terdapatduahalpentingdalam
MRP yaitu lead time, danberapabanyaknyajumlah material yang siapdipesan
Dengan metode MRP Dapat
memesan sejumlah baranga tau persediaan sesuai dengan jadwal produksi, maka tidak akan ada pembelian barang walaupun persediaan
telah berada pada tingkat terendah. MRP dapat mengatasi masalah-masalah kompleks
dalam persediaan yang memproduksi banyak produk.Masalah yang ditimbulkannya antara
lain kebingungan inefisiensi, pelayanan yang tidak memuaskan konsumen, dll.
Penentuankebutuhan
material yang pastidalam proses produksi akan meminimalkan kerugian yang timbul
dalam kaitannya dengan persediaan. Dengan menggunakan metode MRP untuk melakukan
penjadwalan produksi, maka perusahaan akan menentukan secara tepat perencanaan tanggal
penyelesaian pekerjaan yang realistik, pekerjaan dapat selesai tepat pada waktunya,
janji kepada konsumen dapat ditepati dan waktu tengang pemesanan dapat dikurangi.
Tujuan Material Requirement Planning
Secara umum, sistem
MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
1.
Meminimalkan Persediaan MRP.
2.
Mengurangi resiko karena keterlambatan
produksi atau pengrimanMRP
3.
Komitmen yang realistis
4.
Meningkatkanefisiensi
Kelebihan
dan KelemahanMaterial Requirement Planning
Kelebihan MRP
Ø Kemampuan memberi harga lebih kompetitif
Ø Mengurangi harga penjualan
Ø Mengurangi Inventori
Ø Pelayanan pelanggan yang lebih baik
Ø Respon terhadap permintaan pasar lebih baik
Ø Kemampuan mengubah jadwal induk
Ø Mengurangi biaya setup
Ø Mengurangi waktu menganggur
Ø Memberi catatan kemajuan sehingga manager dapat
merencanakan order sebelum pesanan aktual dirilis
Ø Memberitahu kapan memperlambat akan sebaik mempercepat
Ø Menunda atau membatalkan pesanan
Ø Mengubah kuantitas pesanan
Ø Memajukan atau menunda batas waktu
pesanan
Ø Membantu perencanaan kapasitas
Kelemahan MRP
Problem utamapenggunaansistem MRP
adalahintegritas data.Jikaterdapat data salahpada data persediaan, bill
material data/master schedule kemudianjugaakanmenghasilkan data salah. Problem
utamalainnyaadalah MRP systems membutuhkan data spesifikberapa lama perusahaanmenggunakanberbagaikomponendalammemproduksiproduktertentu
(asumsisemua variable).Desainsisteminijugamengasumsikanbahwa "lead
time" dalam proses in manufacturing samauntuksetiap item produk yang
dibuat.
Input, Proses, Output Material Requirement Planning
ü Input
MRP
Input yang dibutuhkandalamkonsep
MRP, yaitusebagaiberikut :
1. JadwalIndukProduksi (Master Production Schedule), merupakanringkasanskedulproduksiprodukjadiuntukperiodemendatang yang dirancangberdasarkanpesananpelangganatauperamalanpermintaan. JIP berisiperencanaansecaramendetailmengenaijumlahproduksi yang dibutuhkanuntuksetiapprodukakhirbesertaperiodewaktunyauntuksuatujangkaperencanaandenganmemperhatikankapasitas yang tersedia.Sistem MRP mengasumsikanbahwapesanan yang dicatatdalam JIP adalahpasti, kendatipunhanyamerupakanperamalan.
1. JadwalIndukProduksi (Master Production Schedule), merupakanringkasanskedulproduksiprodukjadiuntukperiodemendatang yang dirancangberdasarkanpesananpelangganatauperamalanpermintaan. JIP berisiperencanaansecaramendetailmengenaijumlahproduksi yang dibutuhkanuntuksetiapprodukakhirbesertaperiodewaktunyauntuksuatujangkaperencanaandenganmemperhatikankapasitas yang tersedia.Sistem MRP mengasumsikanbahwapesanan yang dicatatdalam JIP adalahpasti, kendatipunhanyamerupakanperamalan.
2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory
Status Record), merupakancatatankeadaanpersediaan yang menggambarkan status
semua item yang adadalampersediaan yang berkaitandengan:
a. Jumlahpersediaan yang dimilikipadasetiapperiode (on hand
inventory).
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebu takan datang (on order inventory).
c. Lead time darisetiapbahan.
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebu takan datang (on order inventory).
c. Lead time darisetiapbahan.
3. StrukturProduk (Bill Of Material
.
ü Proses
MRP
Langkah–langkahdasardalampenyusunan MRP, yaituantara lain:
1.
Netting
2.
Lotting
3.
Offsetting
4.
Exploding
ü Output
MRP
Output MRP sekaligus jugamencerminkan kemampuan dan ciridari
MRP, yaitu :
1. Planned Order Schedule (JadwalPesananTerencana)
2. Order Release Report (LaporanPengeluaranPesanan)
3. Changes to Planning Orders
4. Performance Report (LaporanPenampilan
Kesimpulan
Material Requirement Planning
merupakan suatu sistem yang mengatur bahan-bahan material yang dibutuhkan untuk
proses produksi karena dengan MRP perusahaan dapat mengefisiensikan gudang dan sekaligus
mencegah kemungkinan kehabisan bahan material atau suatu system penjadwalan kebutuhan
bahanbaku berdasarkan tahap waktu untukoperasiproduksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar